Artikel

PANDUAN LENGKAP: Memutus Mata Rantai Stunting dari Hulu ke Hilir

26 Desember 2025
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH
131
Bagikan ke
PANDUAN LENGKAP: Memutus Mata Rantai Stunting dari Hulu ke Hilir


Stunting (tengkes) bukan hanya soal tubuh pendek, tetapi juga tertinggalnya perkembangan otak yang bersifat irreversible (tidak bisa diperbaiki) jika tidak ditangani sebelum anak berusia 2 tahun. 
Pemerintah Kota Cirebon melalui kampanye kesehatan terbaru menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan, dimulai sejak sebelum bayi lahir hingga masa tumbuh kembang anak. Berdasarkan edukasi Pemerintah Kota Cirebon, pencegahan harus dilakukan melalui dua fase utama: Intervensi Sebelum dan Sesudah Lahir dan Pola Makan Bergizi.


Fase Intervensi Sebelum dan Sesudah Bayi Lahir yaitu dengan melakukan pencegahan dini dimulai dari remaja putri dan ibu hamil, Langkah ini dilakukan guna mencegah Anemia dan kurang Energi Kronis 


Fase 1 : Intervensi Sebelum Bayi Lahir (Masa Kehamilan & Remaja Putri) 
Pencegahan Stunting dimulai jauh sebelum bayi lahir, Langkah ini dilakukan guna mencegah Anemia dan Kurang Energi Kronis pada Remaja Putri dan Ibu Hamil, dengan melakukan : 

  1. Cek Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan HB: Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan Lingkar Lengan Atas. Jika LiLA kurang dari 23,5 cm, ibu berisiko mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) yang dapat melahirkan bayi berat badan rendah (BBLR)—faktor risiko utama stunting. Pemeriksaan Hemoglobin (HB) juga krusial untuk mendeteksi anemia.
  2. Minum Tablet Tambah Darah (TTD): Anemia pada ibu hamil menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke janin terhambat. Ibu hamil disarankan mengkonsumsi TTD minimal 90 tablet selama masa kehamilan untuk mencegah hal ini.
  3. Suplementasi Mikronutrien: Selain makronutrien, ibu hamil memerlukan asupan vitamin dan mineral (asam folat, kalsium, yodium) untuk pembentukan sistem saraf dan tulang janin.


FASE 2: Intervensi Setelah Bayi Lahir (0-24 Bulan)
Masa kritis berlanjut setelah bayi lahir.

  1. ASI Eksklusif (0-6 Bulan): ASI adalah "cairan hidup" yang mengandung antibodi dan nutrisi paling sempurna yang tidak bisa ditiru susu formula manapun. Bayi harus mendapatkan hanya ASI selama 6 bulan pertama untuk menjamin kekebalan tubuh dan pertumbuhan otak.
  2. Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu: Rutin ke Posyandu setiap bulan bukan hanya formalitas. Pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala adalah cara satu-satunya mendeteksi weight faltering (berat badan seret) sedini mungkin sebelum jatuh ke kondisi stunting.
  3. Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Jika berat badan balita tidak naik (T) atau kurang gizi, intervensi PMT berbahan pangan lokal yang kaya protein hewani harus segera diberikan untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan.
  4. Imunisasi Lengkap: Anak yang sering sakit akan mengalami gangguan penyerapan gizi. Imunisasi dasar lengkap melindungi anak dari penyakit berbahaya (seperti TBC, Campak, Polio) yang dapat menguras energi tubuh dan menyebabkan stunting.



Pola Makan Bergizi Seimbang:  "Isi Piringku" untuk Pertumbuhan Anak


Saat anak memasuki fase makan (MPASI dan seterusnya), jenis makanan yang disajikan di piring sangat menentukan apakah anak akan tumbuh tinggi dan cerdas, atau justru mengalami hambatan pertumbuhan.

Berikut adalah panduan fungsinya secara medis namun sederhana:


1. Makanan Pokok (Sumber Tenaga Utama)

Fungsi: Makanan ini mengandung karbohidrat yang diubah tubuh menjadi energi. Energi ini sangat dibutuhkan agar anak memiliki tenaga untuk bergerak aktif, bermain, dan mendukung kemampuan otak untuk konsentrasi belajar.
Contoh: Nasi, jagung, roti, mie, kentang, atau ubi.


2. Lauk Pauk (Zat Pembangun Pertumbuhan)

Fungsi: Ini adalah bagian paling vital untuk mencegah stunting. Protein di dalam lauk pauk bertugas membentuk sel-sel baru di dalam tubuh. Proses inilah yang membuat tulang anak bertambah panjang, otot menjadi kuat, dan jaringan otak berkembang sempurna.
Penting: Utamakan Protein Hewani (telur, ikan, ayam, daging, susu) karena kandungan asam aminonya paling lengkap dan paling mudah diserap oleh tubuh anak untuk pertumbuhan, dibandingkan protein nabati (tahu/tempe).


3. Sayuran (Pengatur Pencernaan & Kesehatan)

Fungsi: Sayuran mengandung serat tinggi dan vitamin yang berfungsi mengatur kerja tubuh. Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan usus agar buang air besar lancar. Selain itu, vitamin dalam sayur membantu menjaga kesehatan mata dan pembentukan sel darah.
Contoh: Bayam, wortel, brokoli, kol, tomat.


4. Buah-buahan (Pelindung Daya Tahan Tubuh)

Fungsi: Buah kaya akan vitamin dan antioksidan yang berfungsi sebagai perisai tubuh. Zat-zat ini memperkuat sistem kekebalan (imun) sehingga anak tidak mudah tertular infeksi atau sakit. Anak yang jarang sakit akan tumbuh lebih optimal karena energinya tidak habis untuk melawan penyakit.
Contoh: Pisang, pepaya, semangka, apel, jambu.

English Vers



COMPREHENSIVE GUIDE: Breaking the Cycle of Stunting from Prenatal to Child Care


Stunting is not merely about short stature; it involves irreversible delays in brain development if not addressed before the child reaches the age of two.
The Cirebon City Government, through its latest health campaign, emphasizes that stunting prevention must be continuous, starting from before birth through the child's growth and development years. Based on educational materials from the Cirebon City Government, prevention must be executed through two main phases: Prenatal & Postnatal Interventions and Balanced Nutritional Diet.


Phase 1: Prenatal Intervention (Pregnancy & Adolescent Girls)
Stunting prevention begins long before the baby is born. This step is crucial to prevent Anemia and Chronic Energy Deficiency (CED) in adolescent girls and pregnant women by performing the following:

  1. Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) and Hemoglobin (Hb) Screening: Pregnant women are required to undergo MUAC measurements. If the MUAC is less than 23.5 cm, the mother is at risk of Chronic Energy Deficiency (CED), which can lead to delivering a baby with Low Birth Weight (LBW)—a primary risk factor for stunting. Hemoglobin (Hb) checks are also crucial for detecting anemia.
  2. Taking Iron Supplement Tablets: Anemia in pregnant women obstructs the supply of oxygen and nutrients to the fetus. Pregnant women are advised to consume a minimum of 90 Iron Supplement Tablets during pregnancy to prevent this.
  3. Micronutrient Supplementation: In addition to macronutrients, pregnant women require specific vitamins and minerals (folic acid, calcium, iodine) for the formation of the fetal nervous system and bones.


Phase 2: Postnatal Intervention (0-24 Months)
The critical period continues after birth.

  1. Exclusive Breastfeeding (0-6 Months): Breast milk is a "living fluid" containing antibodies and the most perfect nutrition that cannot be replicated by any formula milk. Infants must receive only breast milk for the first 6 months to guarantee immunity and brain growth.
  2. Growth Monitoring at Posyandu (Integrated Healthcare Center): Monthly visits to Posyandu are not just a formality. Measuring weight, length, and head circumference is the only way to detect weight faltering as early as possible before it escalates into stunting.
  3. Supplementary Feeding (PMT): If a toddler's weight does not increase or they show signs of malnutrition, Supplementary Feeding interventions using local foods rich in animal protein must be administered immediately to catch up on growth.
  4. Complete Immunization: Children who get sick frequently will experience impaired nutrient absorption. Complete basic immunization protects children from dangerous diseases (such as TB, Measles, Polio) that can drain the body's energy and cause stunting.


Balanced Nutritional Diet: "My Plate" (Isi Piringku) for Child Growth

When a child enters the feeding phase (Complementary Feeding/MPASI and beyond), the type of food served on the plate determines whether the child will grow tall and intelligent or experience growth retardation. Here is a medical yet simple functional guide:


1. Staple Foods (Primary Energy Source)
Function: These foods contain carbohydrates that the body converts into energy. This energy is essential for the child to be active, play, and support the brain's ability to concentrate while learning.
Examples: Rice, corn, bread, noodles, potatoes, or sweet potatoes.


2. Protein Sources (Growth Building Blocks)
Function: This is the most vital component for preventing stunting. Protein acts as the "building block" to form new cells in the body. This process lengthens the child's bones, strengthens muscles, and ensures perfect brain tissue development.
Important: Prioritize Animal Protein (eggs, fish, chicken, meat, milk) because it contains a more complete profile of essential amino acids that are more easily absorbed by the child's body for growth compared to plant-based protein  (tofu/tempeh).


3. Vegetables (Digestion & Health Regulator)

Function: Vegetables are high in fiber and vitamins that regulate body functions. Fiber is essential for maintaining intestinal health to ensure regular bowel movements. Additionally, vitamins in vegetables help maintain eye health and blood cell formation.
Examples: Spinach, carrots, broccoli, cabbage, tomatoes.


4. Fruits (Immune System Shield)

Function: Fruits are rich in vitamins and antioxidants that act as the body's shield. These substances strengthen the immune system so the child is not easily susceptible to infection or illness. Children who rarely get sick will grow more optimally because their energy is not depleted fighting off diseases.
Examples: Bananas, papayas, watermelons, apples, guavas.


Oleh Aprilia Haryantiningsih


Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599