Gambar

Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) seringkali dianggap hanya menular melalui perilaku berisiko pada orang dewasa. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa anak-anak juga memiliki risiko tinggi terinfeksi HIV, terutama penularan yang terjadi dari ibu ke bayi.

Berdasarkan data dan himbauan kesehatan dari Pemerintah Kota Cirebon, sebagian besar kasus HIV pada anak terjadi akibat penularan vertikal dari ibu yang positif HIV kepada buah hatinya. Terdapat tiga fase kritis di mana penularan ini bisa terjadi:

  1. Masa Kehamilan: Virus dapat menular melalui plasenta.
  2. Proses Persalinan: Kontak dengan darah atau cairan tubuh ibu saat melahirkan.
  3. Masa Menyusui: Penularan melalui Air Susu Ibu (ASI) yang mengandung virus.

Kabar Baiknya Penularan Bisa Dicegah 100% Dunia medis kini telah memiliki protokol pencegahan yang sangat efektif. Seorang ibu dengan HIV positif tetap bisa melahirkan anak yang negatif HIV dan sehat, asalkan mengikuti langkah pencegahan berikut secara ketat:

  1. Skrining Dini: Setiap ibu hamil wajib melakukan tes HIV sejak awal kehamilan untuk deteksi dini.
  2. Terapi ARV (Antiretroviral): Ibu hamil dengan HIV wajib rutin mengonsumsi obat ARV untuk menekan jumlah virus dalam darah hingga tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan ke janin menjadi sangat kecil.
  3. Persalinan Aman: Proses melahirkan harus dilakukan sesuai indikasi medis dan prosedur keamanan khusus untuk meminimalkan luka atau kontak darah.
  4. Profilaksis pada Bayi: Bayi yang baru lahir dari ibu positif HIV harus segera diberikan obat pencegahan (profilaksis) dalam waktu tertentu.
  5. Manajemen ASI: Pemberian ASI harus mengikuti standar medis yang ketat, atau diganti dengan susu formula jika syarat pemberian ASI aman tidak terpenuhi.

    English Vers 

Protecting the Next Generation: Pediatric HIV Infection is Preventable


HIV is often misconceived as a virus that only affects adults engaging in high-risk behaviors. However, medical facts highlight a crucial reality: children are also susceptible to HIV infection, predominantly transmitted from an infected mother.


Based on data and health advisories from the Cirebon City Government, the majority of HIV cases in children result from vertical transmission from an HIV-positive mother to her baby. There are three critical phases where this transmission can occur:

  1. Pregnancy: Through maternal-fetal circulation.
  2. Childbirth (Delivery): Exposure to maternal blood or fluids during labor.
  3. Breastfeeding: Transmission via breast milk carrying the virus.


Good News: Transmission Is Entirely Preventable. Medical science now possesses highly effective prevention protocols. An HIV-positive mother can still give birth to a healthy, HIV-negative child, provided she strictly adheres to the following preventive measures:

  1. Early Screening: Mandatory HIV screening for all pregnant women to ensure early detection.
  2. Antiretroviral Therapy (ART/ARV): Infected pregnant women must take Antiretrovirals (ARV) to suppress the viral load, significantly reducing the risk of transmitting the virus to the fetus.
  3. Safe Delivery Procedures: Childbirth must be conducted according to specific medical indications to minimize exposure risks.
  4. Infant Prophylaxis: Newborns born to HIV-positive mothers must receive prophylactic medication immediately after birth.
  5. Breastfeeding Guidelines: Breastfeeding must strictly follow medical standards and regulations to ensure the infant's safety.


    Oleh Aprilia Haryantiningsih